Friday, August 3, 2012

Selamat Berkarya


Saya teringat pada suatu kejadian di sebuah kelas bimbingan ketika saya masih SMU. Instruktur atau biasa disebut tentor bercerita pada kami: " Dek, kalau anak bayi, gitu lahir, apa yang dilakukannya? menangis bukan?" Kami mengiyakan. "Kalau abang enggak gitu dek, begitu abang lahir dari kandungan mamak abang, abang nggak langsung nangis, tapi mikir dulu, mau jadi apa aku besar nanti." Kami sekelas tertawa, menertawakan sesuatu yang dulu tampaknya lucu. Namun, itulah pertanyaan mendasar hidup kita. Dalam salah satu tulisannya Andar mengatakan bahwa ada tiga hal mendasar tentang hidup yang ada pada kita. Pertama, untuk apa aku hidup? kedua, mau jadi apa aku dalam hidup? dan ketiga, dengan siapa nanti aku hidup? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menuntun kita pada satu pencarian jawaban. Perncarian jawaban tersebut membutuhkan perjalanan yang cuku panjang, ada kalanya mempertanyakan kembali, ada kalanya berhenti sejenak, dan mungkin ada yang malah berbalik.

Renungan-renungan tulisan Andar tentang bekerja membawa kita pada penemuan akan pertanyaan untuk apa kita hidup. Dan jawabannya untuk bekerja. Bekerja karena apa dan untuk apa? Bekerja karena merupakan hidup kita dan bekerja untuk memberi manfaat pada kehidupan itu sendiri. Karena itu tetaplah bekerja dan beri pengaruh pada dunia.





Selamat Berkarya: 33 Renungan tentang Kerja
Penulis: Andar Ismail
Editor: Rika Uli Napitupulu-Simarangkir
Setter: Laksmi Wowor
Desain Sampul: Janu Wibowo
Penerbit: PT BPK Gunung Mulia
ISBN: 978-979-415-581-3

1. Dalam hal apa kita meneladani Allah? Dari dahulu sekarang hingga yang akan datang, Ia senantiasa bekerja.

2. Segala jenis pekerjaan, sejauh itu mendatangkan faedah bagi keberlangsungan hidup, merupakan panggilan dari Tuhan.

3. Kita mempunyai cita-cita. Kita berupaya dan bekerja keras untuk mencapai cita-cita yang diinginkan itu. Tetapi cita-cita itu belum tentu terkabul. Bisa jadi di tengah perjalanan terjadi perubahan dari rancangan semula.

4. Psikoterapis Rollo May dalam bukunya Love and Will menulis: "Hate is not the opposite of love, apathy is."

5. Pekerjaan besar pada dasarnya adalah kumpulan pekerjaan kecil yang diselesaikan.

6. Inikah cara berpikir orang beragama? Mempersoalkan wanita berpakaian minim sebagai dosa, tetapi tidak berbuat apa-apa bagi gelandangan berpakaian minim di kolong jembatan.

7. Ada tiga babak dalam hidup. Aku bisa, Aku tidak bisa, Tuhan bisa!

8. Orang yang bahagia adalah orang yang bisa bergembira dengan pekerjaannya dan dengan rezeki hasil pekerjaannya.

9. Tiap babak baru dalam perjalan hidup dan karier berisi banyak tanda tanya. Masa depan tidak menjamin kepastian. Kita jadi ragu-ragu, cemas dan takut. Pada saat seperti itu kita merasakan betapa besar artinya topangan orang lain.

10. Benarkah sukses itu berkat dari Tuhan? belum tentu. Sukses belum tentu berasal dari Tuhan sebab berkat Tuhan tidak selalu berbentuk sukses. Bisa jadi sukses diberikan oleh Iblis sebagai strategi untuk menjatuhkan kita

11. Ibu Teresa: Tanpa ikut menderita, pekerjaan kita hanyalah pekerjaan sosial, yang memang baik dan berguna, tetapi itu bukan merupakan pekerjaan Kristus, bukan bagian dari karya penyelamatan.

12. Segala jenis pekerjaan , sejauh itu mendatangkan faedah bagi kehidupan bersama adalah mulia.

13. Sejarah memang terbentuk dari kejadian-kejadian kecil, tetapi apa yang semula kecil kelak bisa berdampak besar. Kita sendiri mungkin tidak akan melihat dan mengalami bahwa karya kecil yang sekarang sedang kita kerjakan akan berdampak besar.

14. Istilah tekton, pada zaman dulu adalah perajin atau tukang yang terampil membuat rupa-rupa barang dari bahan kayu, logam atau batu.

15. Memberkati dari asal kata Barak yang artinya memelihara hubungan yang mendalam. Memberkati merupakan perbuatan dua arah.

16. Bagaimana cara Tuhan membuat perempuan? Menurut ayat 21 b, Tuhan membuatnya dari tulang rusuk lelaki, Perempuan diambil dari tulang sisi, Bukan dari tulang kepala supaya jangan menjadi penguasa, Bukan dari tulang kaki supaya jangan diinjak-injak. Simaklah kedalaman cerita ini,Ceritanya kuno, tetapi pesannya progresif? perempuan bukan atasan tetapi bukan pula bawahan, melainkan mitra yang sejajar.

17. Manusia lahiriah semakin merosot, tetapi manusia batiniah mengembang dan mematang.

18. Pengalaman lebih dari sekadar mengalami sesuatu. Apa yang kita lihat, dengar atau kerjakan belum tentu menjadi pengalaman. Apa yang kita kerjakan baru menjadi pengalaman kalau kelak kita bisa memanfaatkan kesalahan dan keberhasilannya untuk pekerjaan kita yang selanjutnya.

19. Pada hakikatnya orang cenderung memilih yang mudah. Memang kemudahan terasa menyenangkan, Kemudahan terasa sebagai berkat, Namun dalam jangka panjang , apakah kemudahan itu berkat, ataukah bencana? Mereka yang mau mendapat peluang atau kesempatan harus mau menanggung risiko. Sebaliknya, dalam tiap risiko tersembunyi peluang.

20. Yesus menyebut gaya hidup serakah itu bodoh sebab kekayaan bukan faktor andalan.

21. Nepotisme sama sekali tidak egaliter. Nepotisme memberi hak istimewa pada orang tertenty bukna berdasarkan kualifikasi, melainkan berdasarkan ikatan famili.

22. Sungguh bodoh tukang kayu yang begitu sibuk mengapak sehingga ia merasa tidak punya waktu untuk mengasah kapaknya. Bodoh? Mungkin kita juga bodoh, sebab tiap hari kita juga bersibuk diri, sehingga tidak punya waktu untuk menajamkan diri.

23. Orang ingin kursi. Kalau sudah diperolehnya ia berusaha menduduki kursi itu selama mungkin. Semua ini disebabkan karena orang beranggapan bahwa kursi itu memberikan sejumlah keuntungan kepadanya.

24. yang menjadi soal adalah bila hidup dan diri kita tidak sesuai dengan merek yang kita pasang. Kita memasang sebutan Hamba Tuhan, tetap dalam prakteknya kita Hamba Uang

25. Pengharapan harus mempunyai dasar. Dan sebuah dasar selalu berasal dari masa lampau. Pengharapan harus disertai usaha nyata. Pengharapan harus berpijak atas kewajaran.

26. Manusia sebenarnya diberi kemampuan dan tanggung jawab untuk mengamankan kehidupan. Kedalam tangan manusia, Allah telah mempercayakan tugas mengelola kehidupan di bumi ini.

28. Memilih jodoh merupakan pergumulan pelik. Setiap orang pada masa mudanya bergumul dengen tiga pilihan penting: pegangan hidup (untuk apa aku hidup?), pekerjaan hidup (mau jadi apa aku dalam hidup ini? ) dan teman hidup (dengan siapa nanti aku hidup?)

29. Sebenarnya seorang pengiri tahu bahwa ia menjadi korban sikapnya sendiri.

30. Kita memang peka atas kepentingan kita, sebab itu kita gigih memperjuangkan hak itu., Agak nya kita masih perlu belajar untuk merasa peka atas kepentingan pihak lain dan bisa ikut membela hak pihak lain.

31.Lepas dari dampak menghidupkan atau mematikan, sebuah karya teknologi dapat membuat orang lupa diri atau arogan alias takabur.

32. Apa sebenarnya perilaku cari kambing hitam? Orang mencari kambing hitam ketika ingin melindungi diri dari suatu kenyataan yang tidak mau diterimanya.

33. Kerja adalah ibarat senar gitar. Terlalu kencang dia putus, terlalu kendor dia tidak berbunyi.


helvry sinaga | 3 Agustus 2012

Follow my blog with Bloglovin

10 comments:

Post a Comment

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Tinggalkan JEJAK Anda sebagai penanda bahwa Anda membaca dan menimbang tulisan saya :)

----------Oooo---
-----------(----)---
------------)--/----
------------(_/-
----oooO----
----(---)----
-----\--(--
------\_)-