Thursday, April 25, 2013

Close Up Interview - Alluna Maharani




Bulan April ini sepertinya saya hanya mengupdate blog ini karena ada event-event BBI. Belum ada review buku terbaru :) Hasil Close up interview menurut saya nanti akan cocok ditempatkan pada "About me" di blog. Tokoh yang saya wawancarai adalah seorang ibu muda yang sehari-harinya akrab dengan uji laboratorium dan sertifikasi mutu, dan mempunyai hobi membaca apa saja,mulai dari buku, majalah, potongan koran, poster, stiker, sampai iklan sedot WC. Dan ia mengaku punya suara semerdu Mariah Carey. Alluna Maharani yang biasa disapa Luna, menjadi tamu saya di sini, selamat membaca.


Waktu baca dan menulis review
Aktivitas rutinnya adalah sebagai technical advisor di salah satu BUMN. Di antara jam kerja, ia menyempatkan waktu untuk membaca. "Aku selalu menyempatkan diri minimal setengah waktu istirahatku untuk baca buku dan setengah jam menjelang pulang"

Dalam seminggu bisa berapa jam waktu untuk membaca?
Dari Senin sampai Jumat, waktu kantor standarlah dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore. Sedangkan Hari Sabtu adalah waktu buat keluarga, biasanya kumpul bersama keluarga, mencoba resep baru, dan ke toko buku. Tiap hari aku usahakan untuk membaca paling tidak satu jam setiap hari. Sedangkan bila akhir pekan, aku bisa habis satu sampai dua buku.

Berarti dalam sebulan bisa 4-8 buku dong?
Ya. Dalam sebulan aku bisa baca 9-10 buku, aku punya target tahun ini menyelesaikan membaca 100 buku.

Bagaimana dengan mereview, berapa review yang bisa ditulis sebulan?
Nah itu.. Aku sepertinya kesulitan untuk mereview. Palingan cuma 1 buku atau 2 lah.. Itu juga karena terpaksa ikut reading challenge. Makanya aku niat ikut reading challenge, biar tertantang nulis review lebih banyak.

Reading challenge? bukannya lebih tepat writing challenge?
Ya..kan reading challenge nya ngasih syarat bikin review :P

 Apa kendalanya dalam menulis review? apa ribet harus buka laptop trus mesti ngetik gitukah?
Ga.. Bisa kok dari tab. Cuma gini..... Aku tuh baru-baru ini aja tau sgala macam ilmu tentang buku. Semacam POV, plot, alur dsb. Dulu kalau baca buku ya cuek aja gitu lempeeng aja.. Jadi ketika baca review temen-temen dan banyak bahas masalah teknik gitu aku tiba-tiba blank.. Makanya ikut BBI itu nambah ilmu banget buat aku. Tapi jadi minder ngereview :D. Review anak BBI yang lain itu mengintimidasiku sangat.

Review saya nggak dong? tapi saya sedang jarang bikin review*grin*
Huum.. Tapi kadang malu aja kalo reviewnya gitu2 aja. Kayaknya keren kalo bisa nulis teknik dari sebuah buku hahahaha.
Yeee nyuruh orang ngereview dirinya juga jarang ngereview.

Filosofi dan prinsip
Hidup yang memberi manfaat, prinsip itu yang dipegang Luna. Sesuatu yang dilakukan mestilah punya manfaat. Hal itu ia tanamkan juga dalam kegiatan membaca.

Bagaimana Luna memandang sebuah aktivitas yang mungkin aneh/tidak umum di orang-orang yaitu membaca? Pernahkah mendapat komplain dari orang-orang sekitar gara-gara membaca jadi tidak nimbrung di kegiatan-kegiatan yang sifatnya kebersamaan seperti masak,makan, dan sebagainya?
Aku pengen apa yang aku lakuin itu ada manfaatnya bang. Itulah kenapa aku suka membaca. Karena aku anggap membaca itu akan kasih banyak ilmu dan pengetahuan buat aku. membaca apa saja. Dari buku fiksi, non fiksi sampai stiker2 yang di halte pun suka aku baca. Di dalam kalimat2 itu pasti ada ilmu yg terselip

termasuk iklan sedot wc juga?
 Loh iya  Sapa tahu suatu saat aku butuh jasa itu :p  Kan jadi tau no telponnya

Niat amat. Kan ada google?
Lebih praktis itu.. Tau sendiri kan internet jelek, sapa tau lagi ga bisa browsing :P. Makanya aku suka sebel ni kalo naik angkutan umum trus ada yang pake baju atau stocking yang model kayak koran gitu.. Jadi refleks pengen baca juga :'(

Kalo yang komplain itu biasanya suami aja sih.. Banyak temen-temen sudah memaklumi kalo aku lagi baca punya dunia sendiri

Pernah diskusi dengan suami terkait buku yang dibaca?
Ga pernah. Suamiku tuh anggap baca buku fiksi itu useless. Dia sukanya baca koran.

Loh kan masih sama aja buku dengan koran?
Iya, karena itu diskusinya lebih ke masalah2 dunia gitu.. Aku pernah berantem cuma gara-gara dia proNATO di libya, aku gak.. Serius. Aku suka buku nonfiksi cuma buku biografi.


Apakah pernah juga menemukan orang-orang yang mencibir dari sesama pembaca buku, misalnya luna sukanya buku genre fantasy, harry potter, dan sebagainya?
Masalah cibir mencibir itu.. Karena aku termasuk golongan omnireader, aku ga perna kena cibiran sih. Justru aku malah yang suka nyibirin selvi gara2 dia suka baca buku ipporight hahahah.. maaf ya selvi pokoknya kalo lg diskusi di twitter gitu ama temen2 yang lain pasti ujung2nya nyindir ipporight.. :D tapi itu cuma bercanda si, ejek ejekan gitu.. Ya walau klo disuruh baca bukunya ipporight aku juga ogah.


Impian dan harapan

Setelah bergabung di blogger buku indonesia, adakah keinginan Luna suatu saat akan menjadi penulis review di mediacetak atau bahkan jadi penulis buku?
Aku gak pernah punya keinginan jadi reviewer di media cetak, apalagi sampe jadi penulis buku :O sumpah gak pernah kepikiran. Aku yakin hampir setiap kutu buku pengen bisa nulis buku atau review yang diterbitin di media cetak, karena itu.. Aku pengrn jadi penyeimbang saja dengan membagi-bagikan buku yang ditulis oleh mereka agar bisa dibaca. Aku pengen jadi John Wood.. Yang mendirikan ribuan perpustakaan di seluruh dunia. Tapi targetku Indonesia aja terutama Indonesia timur

Dari komentar-komentar yang pernah masuk ke blog bukunya Luna, adakah komen yang berkesan?
Komentar yang paling berkesan.. Apa ya.. Mungkin komentar dari mbak Desty di Buku Silence of The Lambs. Katanya reviewku bagus nari hula-hula dan bikin dia pengen baca bukunya. Tandanya kan review ku berhasil tuh klo bisa menarik minat untuk membaca/tidak membaca buku tersebut.

Adakah kegiatan membaca maupun menuilis review di blog memberi kontribusi pada profesi luna? Ada pengalaman menarik yang bisa dishare?
Klo bikin review berpengaruh ke profesi sih secara tidak langsung sih iya.. Jadi setiap bikin laporan jadi lebih detail aja. Jadi terbawa dengan kebiasaan mereview buku. Kalo membaca, karena aku suka membaca apa saja.. Aku jadi punya pengetahuan2 tidak terduga yang terkadang berhubungan dengan pekerjaan. Sebagai contoh ya.. Saat pihak kantor bingung dengan perhitungan kalori dari alkohol, aku bisa jawab.. Dan tau ga aku dapet itu dari mana? Dari baca info remeh temeh di majalah bobo. :D *aku masih langganan majalah bobo dan orbit sampe sekarang.
 

Saya pernah loh menang kuis di Bobo #penting. Jika blog buku diumpamakan adalah taman bacaan online,adakah keinginan luna untuk membuat taman bacaan offline, dalam artian akan membuat/membangun suatu taman bacaaan di suatu tempat?
Dulu aku punya taman bacaan gak resmi. Soalnya aku gak pernah mendeklarasikan tempat itu jadi taman bacaan. Jadi garasi rumah orang tuaku gak kepake, aku sulap aja jadi perpustakaan mini. Pintunya suka kubuka lebar2 kalo aku lagi baca. Dan pelan2 mulai banyak anak2 sekolah yg nimbrung disitu. Dari yang pengen baca majalah, sekedar main internet sampai minta bantuin ngerjain PR --" . Tapi semenjak aku nikah, jadi ga pernah ada yang ngebukua garasi itu untuk umum lagi. Mungkin kalo nanti aku bisa beli rumah yang garasinya gede dan di kompleks ga di apartemen seperti sekarang, aku bakal buat lagi yang model gitu.

Amin. semoga terwujud. Boleh yah kami datang berkunjung?
Ga boleh donk.. Ntar rusuh


Apa harapan luna akan dunia buku indonesia? 
Harapan untuk dunia buku ini agak2 bingung jawabnya. Soalnya mencakup banyak pihak kan.
Untuk pemerintah sendiri..
Aku pengen kurikulum bahasa indonesia itu mewajibkan murid2 buat baca satu buku/satu bulan dan buat review nya.
Kemudian klo bisa penulis2 lokal ini dikasih semacam beasiswa lah untuk belajar lagi mengenai teknik2 penulisan.
Atau semacam seminar sehari ngundang peraih nobel sastra.. Trus bedah bukunya. Mungkin depdiknas bisa ambil bagian dari ini.
banyakin iklan masyarakat tentang pentingnya membaca.

Truuus.. Karena harga buku terus aja naik dan memberikan subsidi kepada penerbit bukan suatu penyelesaian, aku minta pemkot or pemda banyakin taman2 bacaan.. Di setiap taman kota, atau ketika masyarakat Indonesia sudah mulai teredukasi bisa disetiap halte bus. Mulai aja dari halte bus transjakarta tuh.

Terus.. Pengen deh setiap penerbit lebih menyeleksi semua buku yang mau mereka terbitkan. Sekarang twit2 aja dijadiin buku >.< trus banyak banget buku korea mentang2 lagi demam korea. Mbok ya setiap penerbit sedikit idealis gitu jangan cuma ikutin selera pasar.





endofinterview-----------------------------------------------------------------------------------------

Demikian wawancara saya dengan salah satu nara blog buku, Anda dapat menghampiri blognya di khumeia | Grand Elixir of Immortality
twitter : http://twitter.com/allunamaharani
facebook: https://www.facebook.com/lunaatiic

PS.
Rencana awal untuk menginterview langsung lewat telepon batal dilakukan karena saya tidak menemukan teknologi rekam pada handphone saya.Trima kasih buat Luna yang rela saya gangguin lewat Whatsapp dan Gtalk, beberapa percakapan behind the scene tidak ditayangkan karena di luar topik. Tadinya mau menulis seperti Kompas Minggu yang profesional, tapi berhubung wawancaranya sangat singkat dan tidak dimungkinkan untuk mengambil foto terupdate, maka foto di atas saya anggap valid :)

Sekali lagi selamat ulang tahun BBI. Semoga semakin membahana di hati penggemarnya.

Helvry
25.04.2013




7 comments:

Post a Comment

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Tinggalkan JEJAK Anda sebagai penanda bahwa Anda membaca dan menimbang tulisan saya :)

----------Oooo---
-----------(----)---
------------)--/----
------------(_/-
----oooO----
----(---)----
-----\--(--
------\_)-