Thursday, August 1, 2013

Kaas (Keju)



Frans Laarmans, tokoh utama novel ini ingin mengubah nasibnya dengan beralih profesi dari sebelumnya sebagai kerani di sebuah perusahaan galangan kapal menjadi pengusaha. Dari situs artikata.com, kerani berarti 1. pegawai yg mengurusi administrasi sederhana (msl mencatat, mengetik, menerima, dan mengirimkan surat); juru tulis; kelerek. Bila anda mengamati di sebuah kantor tentang pekerjaan ini: Menerima surat, mencatat nomor dan tanggal surat dalam buku ekspedisi, mengantarkan surat tersebut ke si penerima surat, membuat tanda terima suratnya, mengetikkan surat, mencetaknya, mencatatnya di buku ekspedisi, dan seterusnya, ia melakukan pekerjaannya kerani.



Judul: Kaas (Keju)
Penulis: Willem Elsschot
Alih bahasa: Jugiarie Soegiarto
Editor: Dini Pandia
Desain sampul: Martin Dima
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN:978-979-22-5767-0

Sekilas istilah kerani adalah istilah baru yang saya dengar. Namun, istilah kerani sendiri sudah populer dari zaman kolonial. Pada perkebunan-perkebunan yang dikelola oleh Belanda, kerani merupakan salah satu jabatan dalam organisasi perkebunan selain mandor dan buruh.Pahlawan nasional kita, Tan Malaka, pernah menjadi kerani di perusahaan tambang di Banten. Dalam perkebunan Belanda tempo dulu di Indonesia, kerani merupakan pegawai yang bekerja di kantor, sementara di bawahnya adalah mandor dan buruh.
 
Dari sebuah Skripsi bertahun 2008 saya menemukan istilah kerani dalam perkebunan sawit modern, dimana kerani dibagi-bagi lagi fungsinya seperti Kerani Divisi, Kerani Panen, Kerani Transport dan Kerani Kantor Besar. Kerani Divisi bertugas merekap hasil laporan Mandor dan setiap harinya dilaporkan ke kantor besar; Kerani Panen bertugas mencatat hasil pemeriksaan buah di TPH (Tempat Pengumpulan Hasil) ke dalam Buku Penerimaan Buah. Kerani Transport bertugas mencatat jumlah buah di tiap blok, mengatur jumlah armada yang diperlukan untuk mengangkut TBS ke PKS (Pabrik Kelapa Sawit), membuat surat pengantar buah untuk angkutan yang mengangkut TBS ke PKS dan melaporkan jika terdapat buah restan.

Dari uraian tugas di atas dapat disimpulkan pekerjaan kerani adalah:
1. Mencatat data-data
2. Pekerjaannya tidak membutuhkan keahlian berpikir stratejik.
3. Berhubung pekerjaannya yang harus cermat menulis, ia cenderung teliti, cermat dan rapi..Boleh jadi tulisannya pun rapi.

Dalam cerita, Frans Laarman ingin berubah statusnya dari seorang pegawai kerani menjadi pengusaha yang disegani di Belgia. Atas rekomendasi sahabatnya, ia diperkenalkan dengan agen besar penjual keju Eropa. Ia diangkat menjadi agen penjualan keju wilayah Belgia dan Luxemburg. Bayangan akan penghasilan yang jauh melebihi gajinya sebagai kerani, membuat ia merasa tidak perlu menimbang-nimbang risiko dan membuat perencanaan. Ia berasumsi bahwa keju akan berhasil dijual dalam jumlah yang banyak dan waktu yang cukup singkat. Untuk menyambut perubahan profesi itu, ia menyiapkan rumahnya sebagai kantor penjualan dan segera memesan 20ton keju edam. Dan ia bersiap menjual sebanyak itu dengan tidak ada pengalaman berjualan sebelumnya.

Akan situasi baru tersebut, Laarman mengalami kegelisahan. Ia senantiasa tidak percaya diri atas kondisi yang akan digelutinya. Berbagai pertanyaan telah memenuhi pikirannya manakala ia memutuskan berganti peran menjadi pengusaha keju:
1. ...Namun, kerani pada umumnya hampir tak memiliki keahlian khusus dan begitu saling melengkapi sehingga kerani berpengalaman bisa ditendang begitu saja...(h.34)
2. ..sebab bukankah pengusaha harus mengenal dan memahami produknya?Dia hendaklah menghayati, membanting tulang demi produknya. Dia harus berbau seperti produk itu (h.47)

Namun demikian, saya salut pada kepribadian teguh yang dimiliki Laarman. Mengambil keputusan untuk keluar dari zona nyaman adalah keputusan yang tidak gampang. Jangankan untuk berpindah dari seorang karyawan menjadi pengusaha. Sering dalam kehidupan saat ini, untuk pindah tempat kerja saja rasanya berat.

Ketika aku diam, dia bertanya perihal rencanaku dan apakah pekerjaan di General Marine and Shipbuilding Company akan kutinggalkan.
" Ya," jawabku sekenanya, "harus. Bukankah menjadi kerani di suatu tempat dan menjadi pengusaha, terlebih usaha mandiri, tak dapat dilakukan bersamaan? Di sini harus ada keputusan tegas." (h.37)

Bagaimana kelanjutan kisah Laarman ini silakan Anda baca sendiri. Sebenarnya situasi yang serupa tapi tak sama relevan dengan situasi sekarang dimana banyak sekali tawaran-tawaran untuk meninggalkan pekerjaan utama menuju penghidupan yang lebih baik sebagai pengusaha, atau keinginan untuk hidup lebih sejahtera dengan beralih menjadi wirausaha. Kita menyaksikan serta belajar bahwa mewujudkan mimpi-mimpi adalah sebuah usaha dan kerja keras. Jatuh-bangun, sedih-tertawa, merupakan seni hidup yang rasanya rugi sekali bila tidak pernah dicicipi oleh kita sebagai manusia.


Willem Elsschot sebenarnya bernama asli Alfons de Ridder (7 May 1882 - 1 Jun1 1960) adalah seorang penulis Belgia. Novel ini terbit pertama kali dalam bahasa Belanda pada tahun 1933. Setelah Kaas, novel selanjutnya adalah Tsjip (“Cheep”) yang diterbitkan tahun 1934. Ia sendiri banyak 'mencicipi' berbagai jenis pekerjaan, mulai dari Antwerpen, Rotterdam, hingga Prancis. Ia pernah sebagai sekretaris sebuah komisi nasional bantuan makanan Belgia hingga perang dunia pertama. Setelah itu ia membuka sebuah agensi periklanan. Hingga ia meninggal, ia hanya mengurusi biro iklan tersebut. Boleh jadi sebagian cerita novel ini adalah menceritakan sebagian hidupnya. Khusus untuk novel Keju ini, Ridder mengerjakannya dalam waktu dua minggu.

Bila beliau masih ada sekarang, mungkin pertanyaan yang diajukannya adalah:
Sudah siapkah Anda berwira usaha?

Referensi
1] 2] 3] 4]

Bandung, 1 Agustus 2013
Helvry


7 comments:

Post a Comment

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Tinggalkan JEJAK Anda sebagai penanda bahwa Anda membaca dan menimbang tulisan saya :)

----------Oooo---
-----------(----)---
------------)--/----
------------(_/-
----oooO----
----(---)----
-----\--(--
------\_)-