Thursday, January 30, 2014

The Wind in the Willows, by Kenneth Grahame





Novel ini pertama kali diterbitkan tahun 1908. Ada 12 bab dalam novel ini, yaitu sebagai berikut:
  1. THE RIVER BANK (Tepi sungai)
  2. THE OPEN ROAD (Jalan raya)
  3. THE WILD WOOD (Hutan rimba)
  4. MR. BADGER (Rumah Luak)
  5. DULCE DOMUM (Rumahku Istanaku)
  6. MR. TOAD (Tuan Katak)
  7. THE PIPER AT THE GATES OF DAWN (Pelindung Makhluk-makhluk Kecil)
  8. TOAD'S ADVENTURES (Petualangan Katak)
  9. WAYFARERS ALL (Penjelajah)
  10. THE FURTHER ADVENTURES OF TOAD (Petualangan Katak Selanjutnya)
  11. LIKE SUMMER TEMPESTS CAME HIS TEARS' (Nasib Puri Katak)
  12. THE RETURN OF ULYSSES (Kepulangan Katak)

Walaupun cerita ini untuk anak, tidak berlebihan jika orang dewasa turut memetik makna. Bukankah sebagai orang dewasa sekalipun, semestinya dapat mengambil makna dari setiap peristiwa? tidak ada suatu keadaan yang dianggap terlalu biasa untuk tidak diambil hikmahnya. Persahabatan empat hewan, yaitu Molly Si Tikus Tanah, Ratty Si Tikus Air, Toad Si Katak, serta...Si Luak. Mereka hidup bersama di hutan, dan menikmati kehidupan mereka masing-masing. Memang bila dipandang dari sudut pandang orang dewasa, maka cerita Molly dan kawan-kawannya akan memperoleh komentar: "Ah cerita seperti ini biasa banget." Namun, ketika misalnya orang dewasa yang mengatakan komentar di atas, ditanyakan bagaimana pesan moral cerita ini? baru mungkin ia tidak bisa menjawab dengan cepat, karena harus memikirkan serta mencarinya kembali.


The Wind in the Willows
Kenneth Grahame
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Penyunting: Nadya Andwiani
Ilustrasi dan Pewajah Sampul: Ella Elviana
Pewajah Isi: Basandid
Cetakan I: April 2010 (terbit pertama kali 1908)
Penerbit: Mahda Books


Saat musim semi tiba, Molly berhenti membersihkan rumahnya yang kecil dan gelap di bawah tanah. Ia memutuskan berlibur dengan keluar dari rumahnya dan mengembara di ladang dan padang rumput. Molly menemukan aliran sungai -yang belum pernah dilihatnya selama ini- dan bertemu dengan Ratty, Si Tikus Air yang mengajak Molly ke perahunya. Jadilah perahu tersebut diisi oleh mereka untuk menyusuri sungai. Molly yang masih terkagum dengan sungai tersebut bertanya pada Ratty apakah ia tidak bosan sendiri hanya dengan sungai? Ratty menjawab bahwa di tepi sungai tidak sepi karena banyak hewan.

Ratty telah membuka dunia baru bagi Molly dimana Ratty mengenalkan dunia persahabatan, piknik, serta bersenang-senang. Ratty mengenalkan Molly pada hutan rimba serta berbagai hewan penghuninya. Selain itu Molly belajar berenang serta mengayuh perahu. Sebuah dunia yang sama sekali baru bagi Molly. Tokoh baru yang muncul dalam cerita ini adalah Mr. Toad, Si katak. Ratty yang mengenalkan Molly pada Mr. Toad. Mr. Toad memiliki rumah yang bagus yang dinamakan Puri Katak. Mr. Toad pada dasarnya suka berteman, namun ia memiliki karakter jelek, yaitu hidup tidak bertanggung jawab, kebiasaan mengemudi yang sembrono, serta suka menipu termasuk menipu teman terdekat. Akibat perbuatan mengemudinya yang sembarangan, Toad dipenjara. Setengah buku ini menceritakan apa yang dialami Mr. Toad di penjara, serta usaha-usahanya melarikan diri, termasuk ketika Mr. Toad dan teman-temannya memperebutkan kembali rumahnya yang telah dikuasai para musang karena telah lama ditinggal oleh Mr. Toad.

Apa pesan yang disampaikan Kenneth lewat cerita ini? setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai bankir di Inggris, Kenneth tinggal di pinggiran sungai Thames, dan dari sinilah ia menuliskan kisah ini sebagai pengantar tidur bagi putranya, Alison. Mungkin, ia seperti Molly, tikus tanah yang akhirnya 'menemukan' liburan musim semi dengan berperahu di Sungai Thames. Mungkin, dialah yang meninggalkan pekerjaannya yang ditekuninya bertahun-tahun sebagai bankir seperti Molly yang selama ini tinggal di dalam rumahnya yang kecil jauh di bawah tanah, tanpa pernah melihat ada dunia yang sangat indah di luar rumahnya. 

Secara umum, terjemahan buku ini cukup baik. Namun sangat sayang Mole, Ratty, dan Toad diterjemahkan sebagai Tikus Tanah, Tikus Air, dan Katak. Menurut saya, alangkah lebih baik tetap menggunakan nama-nama mereka. Selain itu terjemahan puisi-puisi yang ada dalam buku ini, terjemahannya berusaha mengikuti rima seperti dalam bahasa Inggrisnya.  Saya coba membandingkan puisi dalam bahasa Inggris dan terjemahannya. Teks sumber saya ambil dari web gutenberg.



 'DUCKS' DITTY.'

All along the backwater,
Through the rushes tall,
Ducks are a-dabbling,
Up tails all! 

Ducks' tails, drakes' tails,
Yellow feet a-quiver,
Yellow bills all out of  sight
Busy in the river!

Slushy green undergrowth
Where the roach swim—
Here we keep our larder,
Cool and full and dim.

Everyone for what he likes!
We like to be
Heads down, tails up,
Dabbling free!

High in the blue above
Swifts whirl and call—
We are down a-dabbling
Uptails all!

NYANYIAN ITIK 
 
Sepanjang air yang dibendung,
Melalui arus yang cepat,
Para itik pun tertantang
Kayuh terus pasti dapat, 
 
Itik betina ikut, jantan turut,
Kaki menari byur byur byur 
Dimana paruh mereka?
Asyik mencebar-cebur!
 
Semak-semak hijau basah
Tempat ikan berenang-renang...
Di sini kita buat gudang,
Sejuk, mantap, dan remang-remang.
 
Semua sedang bersenang-senang!
Seperti kami
Kepala di bawah, ekor di atas
Bersama menari!




CAROL
 
Villagers all, this frosty tide,
Let your doors swing open wide,
Though wind may follow, and snow beside,
Yet draw us in by your fire to bide;
Joy shall be yours in the morning!
 
Here we stand in the cold and the sleet,
Blowing fingers and stamping feet,
Come from far away you to greet—
You by the fire and we in the street—
Bidding you joy in the morning!
 
For ere one half of the night was gone,
Sudden a star has led us on,
Raining bliss and benison—
Bliss to-morrow and more anon,
Joy for every morning!
 
Goodman Joseph toiled through the snow—
Saw the star o'er a stable low;
Mary she might not further go—
Welcome thatch, and litter below!
Joy was hers in the morning!
 
And then they heard the angels tell
'Who were the first to cry NOWELL?
Animals all, as it befell,
In the stable where they did dwell!
Joy shall be theirs in the morning!'

LAGU NATAL
 
Di tengah hujan salju kami berdiri,
Mengentakkan kaki dan meniup jari,
Dari jauh mengajakmu menari...
Kami di jalan, kau hangat berseri...;
Semoga kau ceria di pagi hari!
 
Joseph menerobos salju...
Bintang di atas kandang, ke sana menuju,
Mary tak sanggup lagi maju...
Beralas jerami, berselimut baju!
Gembiralah dia di pagi hari! 
 
Lalu terdengar suara malaikat,
"Siapa yang menyambut Natal paling cepat?"
Saat itu para satwa mendekat,
Di kandang yang menjadi tempat!
Gembiralah mereka di pagi hari!
 
          



Dari terjemahan puisi di atas, terlihat bahwa puisi tersebut diterjemahkan 'mengejar' rima yang berbunyi sama namun berkonsekuensi ada kalimat yang 'luput' diterjemahkan. Nah sekarang, apa pesan yang dapat saya dapatkan?

Pertama, berlibur. Mungkin seperti istilah klise. Namun keluar dari rutinitas dengan berlibur adalah sebuah upaya terapi bagi diri sendiri agar tetap waras dan tetap konsisten berkarya. Bekerja itu penting. Namun berlibur juga penting. Berlibur boleh sebagai sarana melepaskan diri dari rutinitas yang membelenggu seraya menyadari bahwa hidup perlu diberikan haknya berlibur. Karena pada dasarnya, berlibur juga menopang berkarya.

Kedua, pulang bermakna diterima. Meski lingkungan baru membuatnya bersukacita, namun ketika Molly kembali ke rumahnya, ia menyadari suatu hal yang melegakan, bahwa ke rumahnya sendiri, ada hal-hal yang pasti membuatnya merasa diterima (h.57). Hal ini tentu saja tidak bicara masalah rumah besar, bagus, serta dilengkapi perabotan bagus. Bila saja permenungan itu lebih jauh lagi, dapatkah kita menjadi 'rumah' yang senantiasa siap menerima?

Ketiga, makan adalah merayakan hidup. Dari beberapa cuplikan cerita ini, saya melihat bahwa makan bukanlah sekedar memasukkan sejumlah kalori serta makanan ke dalam tubuh untuk sekedar menyambung hidup. Melainkan sebuah merayakan kebersamaan. Sekali lagi bukan masalah apa yang dimakan, tetapi dengan siapa dan demi apa. Dengan makan bersama, ada proses sebelumnya yang seharusnya mendapat perhatian, bahwa ada tangan-tangan dan kepala yang menyiapkan dan memikirkan. Tentu sebagai yang punya pikiran dan akal budi, seharusnya yang menerima perjamuan tersebut tidak sok mengajarkan bagaimana memasak yang enak. Melahapnya dengan lahap merupakan kebahagiaan tersendiri bagi yang menyiapkannya.

Keempat, sadar diri. Mr. Toad pada awalnya yang sombong dan suka pamer akhirnya menyadari bahwa keberhasilannya pulang ke purinya merupakan kontribusi dari kawan-kawannya. Ia mengatakan bahwa dirinya hanya beruntung (h.131). Dalam hiduppun, kita seharusnya peka terhadap orang-orang di sekitar yang memberikan kontribusi terhadap prestasi. Seorang pemimpin pun seharusnya sadar bahwa setiap keberhasilannya, tidak semuanya merupakan hasil kerjanya. 

Novel ini sudah difilmkan tahun 1987. Sebuah link di youtube memungkinkan film ini ditonton secara penuh



Tunggu apalagi? buku dan filmnya sudah tersedia, mari membaca dan menontonnya :)


5 comments:

Post a Comment

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Tinggalkan JEJAK Anda sebagai penanda bahwa Anda membaca dan menimbang tulisan saya :)

----------Oooo---
-----------(----)---
------------)--/----
------------(_/-
----oooO----
----(---)----
-----\--(--
------\_)-