Wednesday, August 15, 2012

Dollhouse: Kardashian Sister


Tiap orang memiliki kisah sendiri. Meski kisah itu sama, namun sering dimaknai berbeda oleh yang mengalami langsung maupun yang tidak mengalaminya. Dan entah kenapa mengapa kita lebih tertarik menyaksikan kehidupan orang lain dan membicarakannya alih-alih membagikan hidup kita sendiri? Sebuah acara reality show di Amerika mengemas kehidupan tiga bersaudara Kourtney, Kim, dan Khloe. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah sejauh apa relevansi masalah-masalah pada kehidupan mereka dengan kehidupan kita sendiri. Apakah itu masalah real mereka atau hanya arahan dari penulis skenario?

Dollhouse: Kourtney, Kim, Khloe Kardashian
Penerjemah: Inosensus Rotorua
Editor: Tim Esensi
Desain Sampul: Satrio A.B
Penerbit: Esensi (2012)
ISBN: 978-602-7596-11-5




Kardhasian bersaudara adalah fokus tokoh reality show ini. Mereka anak dari Robert Kardashian dan Kris Jenner. Keempat anak mereka adalah Kourtney, Kimberly, Khloé, dan Robert, Jr. Setelah kematian Robert pada tahun 2003 (dalam usia 59 tahun), kehidupan keempat anak ini menjadi terkenal karena program reality television yang disiarkan oleh Entertainment Television. Robert dan Kris bercerai pada tahun 1990, dan Kris Jenner menikah dengan Bruce Jenner. Dari pernikahan keduanya Kris memperoleh dua anak yaitu Kendal Jenner (lahir tahun 1995) dan Kylie Jenner (lahir tahun 1997).Cerita nyata mereka ini akhirnya diadopsi dalam acara Keeping Up with the Kardashians mulai Oktober 2007 hingga saat ini.

Kendal dan Kyle



Keeping Up with Kadarshian


Dalam novel ini, diceritakan bahwa ayah Kardashian bersaudara juga telah meninggal Ibu mereka, Kat, akhirnya menjual harta mereka yang paling berharga yaitu rumah mereka. sebelumnya mereka tinggal di kawasan Beverly Hills, California lalu pindah ke Los Feliz di Los Angeles. Dari hasil penjualan tersebut, ibunya membeli sebuah rumah kecil dan membeli sebuah restoran kecil untuk membiayai kehidupan mereka. Sungguh hidup yang penuh kerja keras membuat sesuatu terasa lebih berharga.

Kat menikah dengan Beau LeBlanc, seorang mantan pelempar bola klub bisbol. Pernikahan keduanya ini dengan membawa anak dari Beau. Persoalan perekonomian mungkin terjadi di sini. Kat sangat mempercayai Kass dalam mengelola restoran kecil mereka. Kass sangat dapat diandalkan untuk mengerjakan pekerjaan rutin di restoran. Berbeda dengan Kim maupun Kyle. Mereka asyik dengan dunia mereka. Kim tertarik dengan dunia modelling dan fashion, sementara Kyle ingin berbuat hal-hal gila yang membuat ibunya tak senang. Ketiga Kardashian bersaudara memiliki sifat unik dan obsesi masing-masing.

Terlepas dari apakah cerita ini adalah fiksi atau setengah fiksi, saya menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, kehilangan orang tua adalah sesuatu hal yang sangat mengguncang kehidupan anak-anak. Disini peran Kat luar biasa dengan bangkit dan mengusahakan sesuatu bagi keluarganya. Jika dalam kehidupan sebelum suaminya meninggal, mereka terbiasa kehidupan yang glamour. Namun konsekwensi selanjutnya memaksa bahwa mereka harus tetap berjuang untuk hidup. Dan mungkin ini yang dimaknai oleh Kammile: bahwa uang adalah kekuasaan, dan dengan demikian, tanpa uang tak berarti apa-apa? (h.14) Terserah apakah anda sepakat atau tidak :)

Kedua, pernikahan kedua antara Kat dan Beau adalah pernikahan dengan membawa keluarga sebelumnya. Hal ini tentunya memiliki benturan-benturan antara pihak-pihak berkait. Mungkin kehidupan nyata tak seindah kehidupan khayalan. Namun, dalam cerita ini, Kat maupun Beau menunjukkan teladan yang baik dalam mendidik anak-anak mereka.

Ketiga, Setiap keputusan dalam hidup memiliki konsekwensi masing-masing. Pilihan-pilihan yang dibuat oleh Kass, Kim, dan Kyle pada dasarnya adalah pilihan-pilihan yang kita buat juga. Apakah itu studi setinggi-tingginya, meniti karir sebagai model, menjadi anak yang baik, menjadi ibu yang baik dan sebagainya. Hal-hal yang tak dapat kita jangkau kita serahkan pada Yang Satu, tugas kita hanya tetap berusaha.

Keempat, perihal etis tak etis. Apa yang dialami Kass, Kim terkait dengan pasangan mereka adalah pandangan etis tak etis di lingkungan kita. Hal-hal seperti minum vodka, melakukan seks sebelum menikah resmi, mungkin berbeda nilai-nilainya dengan kita anut sebagai orang Asia. Namun, kita tak perlu menghakimi. Kadangkala kita hanya melihat sisi negatif orang lain agar bisa kita gunjingkan, namun tidak berbuat sesuatu untuk menerima bahwa mereka juga adalah sesama kita. Apa yang dilakukan oleh Kass untuk memperingatkan Kim agar tidak menikahi Chase dilakukan pada momen yang tepat. Dan ia cukup menyadari apa konsekwensinya. Di tengah 'kealpaan'nya dalam menjaga kewarasannya, ia berpikir bijak sebagai saudari yang baik untuk mengingatkan agar saudarinya tidak menikah pada laki-laki yang salah.

Sampai selesai membaca novel ini, saya tidak memahami apa maksud covernya yang bercorak kulit harimau (atau macam tutul?) Bahasanya cukup mudah dimengerti dan terjemahannya juga enak. Namun, pertanyaan selanjutnya apakah kita tetap cukup tertarik dengan mengetahui kisah-kisah lain Kardashian? dan terlena dengan kisah-kisah seperti ini?  Saya sih tidak. Ini cukup. :)

 



8 comments:

Post a Comment

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Tinggalkan JEJAK Anda sebagai penanda bahwa Anda membaca dan menimbang tulisan saya :)

----------Oooo---
-----------(----)---
------------)--/----
------------(_/-
----oooO----
----(---)----
-----\--(--
------\_)-