Thursday, January 21, 2016

Kukila by M. Aan Mansyur


Dalam setiap pembacaan buku kumpulan cerpen, biasanya saya mencari tahu, apakah kumpulan cerpen tersebut terdiri kumpulan cerpen dari pengarang yang berbeda-beda? atau kumpulan cerpen yang ditulis oleh satu pengarang? Hal ini sedikit banyak membantu saya dalam memahami gaya bercerita si pengarang-meski saya tidak mengerti teorinya-. Karangan Aan Mansyur ini baru kali pertama saya baca. Saya belum memiliki ekspektasi ataupun gambaran seperti apa tulisan yang dibawakan. Dalam membaca cerpen saya memiliki suatu prinsip bahwa suatu cerita yang satu berdiri sendiri terlepas dari cerita lainnya. Karena itu saya mulai membaca buku ini dari belakang.



Kukila (kumpulan cerita)
M. Aan Mansyur
cetakan ketiga: Oktober 2015
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama


Ada 16 cerpen dalam buku ini. Ada yang benar-benar pendek sekali, sekaligus panjang sekali. Bila memetakan tokoh-tokoh dalam cerita ini, maka dapat ditarik suatu kesimpulan akan tema yang dibawa Aan Mansyur yaitu: Kukila.

Adapun 16 cerita itu adalah sebagai berikut:
  1. Kukila (Rahasia Pohon Rahasia)
  2. Kebun Kelapa di Kepalaku
  3. Setengah Lusin Ciuman Pertana
  4. Perahu Kertas dengan Huruf-huruf Kanji
  5. Setia adalah Pekerjaan yang Baik
  6. Sehari Setelah Istrinya Dimakamkan
  7. Membunuh Mini
  8. Aku Selalu Bangun Lebih Pagi
  9. Ketinggalan Pesawat
  10. Celana Dalam Rahasia Terbuat Dari Besi
  11. Lima Pertanyaan Perihal Bakso
  12. Lebaran Kali Ini Aku Pulang
  13. Hujan. Deras Sekali
  14. Tiba-Tiba Aku Florentino Ariza
  15. Tiga Surat Cinta yang Belum Terkirim
  16. Cinta Kami Seperti Sepasang Anjing dan Kucing

Kukila (Rahasia Pohon Rahasia).  Kadangkala hidup begitu rumit karena berhadapan dengan batasan sosial maupun kesempatan. Apa yang dialami tokoh-tokoh dalam cerpen ini: Pilang, Kukila, Rusdi, Nawa, Tumbra, barang kali menjadi bagian cerita hidup sebagian orang, dimana perlu rahasia untuk membungkus kehidupan agar terlihat baik-baik saja. Sebuah rahasia membutuhkan simbol-simbol pembuka kunci, agar suatu kehidupan lebih menarik untuk direnungkan.

Kebun Kelapa di Kepalaku.  Kerasnya kehidupan turut menempa seseorang untuk terus berjuang. Dalam menghidupi perjuangan tersebut, berjumpa dengan hal-hal yang mengusik nurani. Perihal pangkas rambut, bukan sekedar membuat rambut jadi rapi, ada tangan-tangan yang bekerja, ada kehidupan yang patut dipertahankan.

Setengah Lusin Ciuman Pertama.  Hal-hal apa yang pertama kali dilakukan, tidak salah untuk dikenang dan diceritakan kembali. Narator menceritakan pengalaman enam ciuman pertamanya. Namun tidak ada satupun yang mencium hujan atau mencium pintu.

Perahu Kertas dengan Huruf-huruf Kanji.  Perahu Kertas seperti dalam puisi Sapardi Djoko Damono
Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas
dan kaulayarkan di tepi kali; alirnya sangat tenang,
dan perahumu bergoyang menuju lautan.

.....
adalah perlambang pesan bahwa ada harapan si pengirim perahu akan menyampaikan berita baik pada si penerima pesan. Dalam cerpen ini perahu kertas dengan Huruf Kanji barangkali berisi puisi-yang tidak dijelaskan-yang hendak disampaikan pada seseorang yang jauh di sana,

Setia adalah Pekerjaan yang Baik.  Setelah membaca isi cerpen ini, mungkin akal pendek saya akan mengubahnya menjadi "Setia bukan pekerjaan, setia itu baik".

Sehari setelah istrinya dimakamkan.   Mungkin ini adalah teori konspirasi. Bila tas Anda diperiksa saat ini, dan ditemukan sebungkus rokok, apakah Anda seorang perokok? atau di dalamnya ditemukan buku, apakah Anda seorang kutu buku? Cerpen ini bercerita tentang seorang suami yang baru saja kehilangan istri dan menerka apa yang dilakukan istrinya terakhir kali berdasarkan isi tasnya.

Membunuh Mini.  Barangkali bila dikembangkan menjadi cerita misteri, bisa lebih menarik.

Aku Selalu Bangun Lebih Pagi.  Pelajaran penting bila saya jadi penjaga kafe buku: bangun lebih pagi, mandi, dan wangi.

Siapapun yang menaiki transportasi publik akan terbit rasa kesalnya bila terlambat untuk hal-hal yang tidak penting: terlambat berangkat, macet. Perlu melepaskan diri dari kekesalan dan menemukan kejutan luar biasa dalam menjalani keterlambatan, jangan sekali-sekali mencoba mengejar kereta, bis, apalagi pesawat. Mustahil!  Ketinggalan Pesawat

 Mungkin cerita ini terinspirasi dari berita perbuatan kekerasan seksual terhadap wanita, wanita dapat terlindungi dari pria yang berniat jahat dengan menggunakan celana dalam besi. Namun sesungguhnya, itu hanya suatu alat. Suatu kritik terhadap teknologi (pengamanan) manusia, yang mengabaikan bahwa ada hal hakiki yang patut dijaga.   Celana Dalam Rahasia Terbuat Dari Besi

Bakso tampaknya makanan baru di daerahnya narator (Sulawesi Selatan), dari makanan baru tersebut, diamati dan dirasakan oleh narator bahwa bakso membawa kenangan tersendiri baginya dan kekasihnya.  Lima Pertanyaan Perihal Bakso

Pulang bagi sebagian orang dari rantau nan jauh merupakan suatu kemewahan, sebab pulang berarti menyiapkan tabungan dan oleh-oleh untuk handai taulan. Namun bagaimana memaknai , bila rasanya suatu kepulangan tidak lagi menawarkan keberterimaan karena perubahaan keadaaan menyisakan kenangan, Lebaran kali ini aku pulang.

Hujan. Ada banyak puisi tentang hujan, namun hujan dalam cerita ini menjadi alasan, tidak perlu segera pulang.  Hujan Deras Sekali

Beruntung pernah mengunduh film Love in the Time of Chlorela, adaptasi dari novel yang berjudul sama karya Gabrel Garcia Marquez. Sempat mengira cerita ini bercerita tentang cinta segitiga antara Florentino Ariza, Fermina Daza. dan Dokter Juvenal Urbino mirip novel tersohor itu, namun ternyata beda-beda tipis.  Tiba-tiba Aku Florentino Ariza

Narator sangat piawai menulis surat. Ketiga surat yang ditujukan pada adik laki-lakinya, mantan kekasih, dan ibunya tersusun dari kalimat yang rapi. Surat dibuka dengan cerita masa lalu, dilanjutkan dengan isi hati si narator yang puitis serta ditutup dengan kalimat yang manis.  Tiga surat cinta yang belum terkirim

Barangkali tidak saja hubungan percintaan, hubungan keluarga dan persaudaraan tidak terlepas dari pertengkaran dan perdamaian. Ada beberapa catatan yang dikutip oleh narator dari artikel tentang hal-hal yang perlu dipelajari dari anjing dan kucing. Entahkah benar, entahkah tidak benar.  Cinta kami Seperti Anjing dan Kucing


Membaca tulisan Aan Mansyur dalam cerpen ini tidak lepas dari kalimat-kalimat puitis yang dapat dicerna, apalagi kalimat-kalimat dalam surat-surat. Memang, terlihat bahwa Aan Mansyur sangat piawai menulis surat, ia mampu membuat si penerima surat betah membaca dari awal sampai selesainya surat. Saya rasa, perlu dan sangat perlu di sekolah diajarkan intensif bagaimana membuat surat, tidak hanya karangan argumentatif.

Kukila yang menjadi judul buku ini mendominasi nama tokoh-tokoh dalam cerpen ini. Bila kita tetap berpatokan bahwa tokoh Kukila di sini tidak sama antara cerpen satu dengan cerpen lainnya, maka dapat disimpulkan bahwa Kukila merupakan gambaran kekasih bayangan narator yang tak dapat direngkuh, atau menjadi milik narator sepenuhnya. Kukila digambarkan sebagai mantan kekasih narator yang dahulu pernah punya kisah cinta, namun terintervensi dengan keadaan eksternal yang tak dapat dihalau narator.

Namun bila Kukila dikaitkan antara cerita satu dengan cerita lainnya, maka dapat disimpulkan Kukila merupakan tokoh sentral yang menjadi ide cerita. Kehadiran Kukila dalam cerita menggambarkan bahwa narator  meletakkan bayangan imajiner penyesalan atas ketidakmampuan melawan sistem perbedaan status sosial. Cinta tidak lagi universal, melainkan dapat dipesan sesuai kebutuhan dan ketergesaan.

Paling tidak kita telah membaca pengalaman kehidupan. Entah fiksi atau bukan, yang penting menambah kebijaksanaan.

Bandung, 21 Januari 2016




2 comments:

Post a Comment

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Tinggalkan JEJAK Anda sebagai penanda bahwa Anda membaca dan menimbang tulisan saya :)

----------Oooo---
-----------(----)---
------------)--/----
------------(_/-
----oooO----
----(---)----
-----\--(--
------\_)-