Wednesday, May 11, 2011

The Great Gatsby


The Great Gatsby
by F. Scott Fitzgerald, Sri Noor Verawaty (Translator), M. Sidik Nugraha
Paperback, 288 pages
Published October 2010 by Serambi (first published January 1st 1925)
ISBN13: 9789790241923

Manusia dengan segala kerumitan berpikirnya tetap menjadi pelajaran menarik bagi manusia generasi selanjutnya. Sejujurnya, cerita di buku ini sepertinya tidak rumit. yang rumit itu adalah perasaan-perasaan yang terlibat pada pelaku-pelaku dalam novel ini. Novel ini berlatar di awal tahun 1920-an, dimana baru saja selesai Perang Dunia I. Mungkin hampir sama dengan di Indonesia, keadaan awal setelah perang kemerdekaan berakhir, ditandai dengan munculnya orang-orang kaya baru. Di Deli, contohnya, orang kaya bermunculan karena merampas kebun tembakau yang tadinya milik kompeni.



Mari kita lihat tokoh di Novel ini satu-persatu.
Jan Gatsby: Tokoh utama novel ini adalah Jan Gatsby. Jay Gatsby adalah seorang kaya dan seorang yang penuh misteri. Ia berusia 30 tahun, diduga kekayaannya dari menjual alkhol dan saham. Ia terobsesi ingin kembali pada gadis pujaannya, Daisy, yang telah menikah dengan pria lain. Dengan kekayaannya, ia membeli rumah mewah tak jauh dari kediaman Daisy

Nick: Tetangga yang sekaligus narator novel ini adalah Nick. Nick dan Gatsby tinggal di daerah "West" memerhatikan di rumah Jay yang sering diadakan pesta meriah. Nick berusia sama dengan Gatsby, tentang bagaimana sifatnya, kurang mendapat penekanan, sebab biasanya narator berada dalam posisi "penonton" alih-alih pelaku.

Daisy Buchanan: Sepupu Nick. Seorang perempuan yang terjebak di perkawinannya. Sebelumnya ia berjanji pada Gatsby, bahwa sekembalinya Gatsby dari Eropa, mereka akan menikah. Namun, Daisy memilih Tom sebagai suaminya. Sebenarnya, bukan karena cintanya pada Tom, namun karena Daisy melihat kekayaan Tom. Ia mencurigai suaminya telah berselingkuh. Daisy sendiri terperangkap dalam perkawinannya. Ia sadar suatu saat ia pun akan dicampakkan oleh suaminya.

Jordan Baker: Jordan hampir mirip keadaannya dengan Tom dan Daisy. Konsep hidup bersenang-senang, dan tidak perlu peduli dengan orang lain ini mungkin yang membuat Jordan tidak banyak musuh.

Tom Buchanan: Tom adalah sahabat Nick ketika berkuliah di Yale University. Tom juga adalah seorang pemain (nasional) olahraga football di New Heaven. Kekayaan Tom luar biasa, Nick menceritakan suatu hal yang sulit dipercaya ketika Tom membawa sejumlah kuda Polo dari Lake Forest. Tom digambarkan sebagai orang yang "rusak" karena uang dan kekuasaan. Ia menjadi kasar dan tidak percaya pada istrinya, dan juga rasis. Tom tumbuh besar di keluarga yang cukup mapan, ia mengira apapun bisa didapat dengan uang.

Lokasi di Novel ini terjadi di New York City, Long Island, di dua area yang disebut "West Egg" and "East Egg." Secara umum, novel ini berbicara tentang gaya hidup yang populer pada awal 1920-an. Istilah ini biasa disebut "jazz age." Dari masa ini dapat diketahui bahwa era musik jazz sedang tumbuh-tumbuhnya. Masa ini berlangsung kira-kira sepuluh tahun, hingga akhir 1930-an, sebelum masuk era "The Great Depression,"

Ternyata di balik gemerlap musik jazz, pesta, dan dansa, ada sebagian orang yang memang tidak bahagia. Gatsby yang kesepian, sering menyelenggarakan pesta meriah di rumahnya, di kawasan West Egg. Ia ingin menjadi bagian kaum kaya, mengenakan pakaian mahal, membuat orang lain terpesona dengan hartanya, termasuk Nick, si narator.

Gatsby ingin mendapat Daisy kembali. Latar belakang Gatsby sebenarnya bukanlah orang kaya. Setelah pensiun dari ketentaraan, ia bekerja pada seorang Yahudi. Tidak dijelaskan apa dan bagaimana yang ia kerjakan. Dengan usia yang masih relatif muda, ia mampu mengumpulkan uang dan membangun rumah mewah lengkap dengan taman yang indah. Di sini terletak kekeliruan Gatsby. Uang bukanlah alat untuk mencapai kebahagiaan. Tidak dipungkiri bahwa salah satu untuk meraih kebahagiaan itu, dibutuhkan uang. Berjalan-jalan ke tempat yang indah, mengerjakan hobi, membeli makanan, membeli pakaian dan sebagainya yang menyenangkan, semuanya memerlukan uang. Namun, uang bukanlah segalanya.

Suatu ketika, Nick mengunjungi Daisy dan keluarganya di wilayah East. Dari pertemuan tersebut, kita mendapat suasana rumah itu. Daisy mengalami KDRT. Buku jarinya terluka. Daisy mengatakan: Inilah yang kudapat karena menikahi seorang pria kasar, spesimen fisik raksasa yang sangat besar dari___ (h.25). Selanjutnya, Tom adalah orang yang mengunggulkan ras kulit putih, terlihat dari bacaannya Kebangkitan Kekaisaran Kekuatan Kulit Berwarna karya Lothrop Stoddard (1920). Dan Jordan Baker, teman Daisy sedang menghabiskan libur panas di East Egg. Jordan menggosipkan kalau Tom punya wanita lain di New York.

Dari novel ini, dapat kita ketahui bagaimana gaya hidup orang-orang pada masa Jazz Age itu, ada beberapa peristiwa yang perlu kita perhatikan:

Ketika Nick menanyakan perihal anak perempuan Daisy. Daisy mengatakan kalimat kurang pantas: Aku senang dia anak perempuan. Dan kuharap dia akan menjadi anak yang bodoh-itulah hal terbaik bagi seorang anak perempuan di dunia ini, anak cantik yang bodoh (h.32). Tidak siapkah ia menjadi ibu?

Pertengkaran antara Tom dan Gatsby di depan Daisy dan Nick, dimana Tom menuduh Gatsby dan Wolfshiem membeli sejumlah toko obat dan menjual alkohol, sekaligus penyelundup minuman keras. Penyebab pertengkaran adalah Tom sebenarnya tidak percaya kalau Gatsby kuliah di Oxford, namun merembet ke masalah rumah tangga dan berujung pada gosip dan fitnah pada Gatsby. Mungkin ada kalanya kita perlu mengkonfirmasi berita miring, tetapi kurang etis jika bahasa yang digunakan terkesan menuduh dan merendahkan harga diri seseorang.

Sebuah artikel menyebutkan adanya ketidaksinkronan cerita di novel ini dengan faktanya. Ketika Gatsby menunggu di rumah Nick, ia melihat buku ekonomi karya Clay (h.131). Penulis artikel ini menggali dari sumber-sumber lain dan menemukan ketidaklogisan. Pertama, jika Nick alumni dari Yale, dari penelitian ke arsip Yale, buku Ekonomi Clay tidak pernah digunakan di Yale University pada masa 1920-an. Buku teks ekonomi Yale pada saat itu adalah tulisan Irving Fisher. Selain itu, dari catatan kaki, diketahui Clay menerbitkan buku ini di London, namun penelitian penulis ini, tidak ada satu universitas di Amerika yang menggunakan buku ini sebagai buku teks pada masa itu.

Buku ini menjadi bahan bacaan penting bagi pendidikan sekolah di Amerika. Mungkin menjadi salah satu bahan untuk mengenal kebudayaan Amerika di abad 20, isu-isu mengenai kekayaan, materialisme, kelas sosial, perkawinan serta perselingkuhan. Jika memang tertarik dengan kebudayaan Amerika, tidak salah memilih buku ini. Saya sendiri merasa kesulitan membaca novel ini, apakah ini karena terjemahannya, saya belum membaca naskah aslinya. Atau karena narator yang kurang jelas menjelaskan tentang bagian apa yang dilihatnya dan bagian yang terjadi secara langsung. Untuk sementara saya berkesimpulan, Nick harus bertanggungjawab atas cara dia menceritakan yang kurang baik.

Saya merenungkan betapa hidup itu tidak sederhana. Punya ambisi kaya dan bahagia itu tidak salah, mungkin yang salah kalau kita dalam meraih ambisi itu menjadi angkuh, tidak menghargai sesama kita, dan tidak bersyukur. Melihat keseluruhan isi novel ini, sepertinya diwakili oleh kutipan:
"Hanya ada yang dikejar, yang mengejar, yang sibuk, dan yang lelah" (h.125)
"Rasanya selalu menyedihkan bila melihat sesuatu dengan sudut pandang baru atas hal-hal yang dengannya kau telah mengeluarkan kekuatan untuk menyesuaikan diri"(h.161)
"Jadi kita terus bergerak, maju melawan arus, pantang surut ke masa lalu" (h.276)

@hws11052011

7 comments:

Post a Comment

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Tinggalkan JEJAK Anda sebagai penanda bahwa Anda membaca dan menimbang tulisan saya :)

----------Oooo---
-----------(----)---
------------)--/----
------------(_/-
----oooO----
----(---)----
-----\--(--
------\_)-