Selamat enam tahun buat kebersamaan.

Friday, April 14, 2017


Mari mengerjakan sesuatu yang kita senangi, agar hidup kita tetap waras.

Tanpa harus berlebihan, saya termasuk orang yang tidak beruntung ketika masuk suatu komunitas hobi atau ekstrakurikuler zaman sekolah atau kuliah. Penyebabnya sederhana. Saya tidak dapat mendefinisikan saya sukanya (baca bisanya) apa.

Main seni peran kagak bisa Main alat musik bisa seadanya. Daftar klub percakapan Bahasa Inggris, ditolak Ikut komunitas computer, nggak lulus seleksi Ikut baris berbaris..duh apa lagi itu….

Ini yang membuat saya dalam jangka waktu cukup lama tidak menemukan komunitas yang cocok, yang menerima saya apa adanya (tsaaaah). Demikian hingga sampai bekerja. Setelah sibuk dengan suasana pekerjaan, saya sedikit terlibat di kegiatan pemuda gereja. Selebihnya tidak ada.
Sampai suatu saat ketika saya menemukan goodreads.com dan bergabung (secara iseng-iseng) dengan goodreads Indonesia. Disitulah saya pertama kali berinteraksi dengan orang-orang “unik” yaitu sukanya buku. Saya mengenal goodreads Indonesia terlebih dahulu sebelum membuat tergabung dengan blogger buku Indonesia. Mengenai sejarahnya blogger buku Indonesia, bisalah diubek-ubek webnya BBI :)



Enam tahun. Enam tahun sejak postingan pertama Om Hernadi Tanzil di goodreads.com yang mendata blog yang berisi resensi buku. Hal bersejarah dalam meletakkan langkah BBI selanjutnya. Inilah yang disebut kegiatan berliterasi. Mari simak pengertian literacy menurut Wikipedia: "The ability to read, write and use numeracy, to handle information, to express ideas and opinions, to make decisions and solve problems, as family members, workers, citizens and lifelong learners".

Kata kuncinya adalah: membaca, menulis, mengekspresikan ide, membuat keputusan, memberi solusi.
Dari definisi Wikipedia di atas, muncul pertanyaan: sudah sampai di mana kita berliterasi? Sudahkah kita menghayati literasi sebagai pembelajar sampai akhir hayat dalam wujud masyarakat, pekerja, warganegara? Apakah respon kita terhadap literasi telah terekspresikan dalam bentuk ide maupun karya?

Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Begitu sebuah kata bijak. Adanya suatu komunitas, adalah salah satu respon untuk mempertahankan kebiasaan yang baik, mengerjakan hal yang mulia, dan tentu saja menyenangkan. Sebagai bagian kecil dari komunitas blogger, BBI pun secara sadar dan menyadari perannya untuk mempertahankan kehidupan literasinya. Entah kenapa, hal yang saya alami bila bertemu dengan teman-teman BBI, atau siapapun yang menggemari buku-buku, saya menemukan kenikmatan dan kenyamanan. Saya tidak dipandang aneh, atau saya merasa tidak sedang bicara sendiri. Selalu ada reaksi dan apresiasi. Saya merasa diterima. Sepertinya itu sangat-sangat cukup. berbagi pengalaman mengubek buku di lapak buku bekas, berbagi tema-tema buku yang dibaca, mendiskusikan pengarang favorit masing-masing, berbagi tips mengelola blog, bahkan menanyakan hal-hal yang remeh merupakan kesempatan yang luar biasa.

Mungkin bagi orang-orang penganut bumi datar, beranggapan berdiskusi dengan kutu buku adalah suatu keanehan, tidak mengasyikkan, membosankan. Namun sebetulnya, berbagi pengalaman, apapun itu merupakan hal manusiawi. Supaya tempurung dapat dibalik dan katak dapat melihat ke langit cerah.
Entahlah, melihat definisi literasi di atas, saya mengaku dosa bahwa saya sudah sangat-sangat lama tidak lagi membaca ataupun menulis (resensi/review). Tetapi saya mencoba dimensi lain, yaitu berdiskusi, berbagi tips, menonton film, mendatangi para pelapak buku, berdiskusi dengan penggemar teater, atau penyair, atau berbagi masukan dengan rekan penyuka video pendek.

Saya bersyukur bisa tergabung dalam BBI. Teman saya jadi bertambah. Apa yang saya banggakan adalah, saya dapat mencari kontak teman-teman BBI di kota tertentu, dan jika ada kesempatan saya usahakan untuk bertemu, bertatap muka, mengobrol, syukur-syukur sempat didokumentasikan. Itu sangat-sangat membuat hidup saya (sedikit) lebih menyenangkan.

Kerinduan saya, BBI terus menginspirasi dunia sekitarnya. Dunia tidak lagi dibatasi sekat-sekat batas wilayah. Hanya dengan berkunjung di blog sahabat blogger kita serasa mengetuk pintu rumahnya, duduk di tikar sembari ngopi, kita sudah sangat akrab. Ah indahnya….

Selamat enam tahun buat kebersamaan.
Semoga ada panjang umur kita bersua

You Might Also Like

3 comments

Tinggalkan JEJAK Anda sebagai penanda bahwa Anda membaca dan menimbang tulisan saya :)

----------Oooo---
-----------(----)---
------------)--/----
------------(_/-
----oooO----
----(---)----
-----\--(--
------\_)-

Like us on Facebook

Flickr Images